SUUDZON BIBIT PERMUSUHAN


Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa bantuan pihak lain, maka terhadap sesama manusia kita harus saling menghargai dan jangan berburuk sangka.
Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berprasangka baik (Husnudzon), tapi mengapa kenyataan banyak didapat perilaku-perilaku manusia yang berburuk sangka (Suudzon). Bukankah berburuk sangka itu akan membuat orang lain merasa tersakiti, bukankah berburuk sangka itu akan menimbulkan ketidakbahagiaan, bukankah berburuk sangka itu akan menimbuklan fitnah dan permusuhan, bukankah berburuk sangka itu perbuatan dosa dan dilarang agama. Allah SWT pun menegaskan dalam firman-Nya :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. …” [Al-Hujaraat:12]
Allah SWT telah mengharamkan sikap buruk sangka terhadap sesama mukmin, kerana ia akan menyebabkan timbulnya fitnah, karena ia akan melahirkan bibit dari perpecahan dan pada akhirnya menimbulkan hubungan sesama manusia akan menjadi tidak harmonis. Sementara di sisi lain keselarasan hidup manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia lainnya harus didasari dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT sehingga benar-benar menjadi manusia yang memiliki derajat yang mulia di sisi Allah SWT.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di CoretanKu dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke SUUDZON BIBIT PERMUSUHAN

  1. Bang Uddin berkata:

    Sikap-sikap seperti ini biasanya muncul karena kita sering terburu-buru berprasangka terhadap suatu perkara yang belum jelas. Atau kalaupun sudah jelas perkara tersebut, kita kurang bijaksana dalam mensikapinya, ini tertera dalam surah / surat : Yunus Ayat : 36

    wamaa yattabi’u aktsaruhum illaa zhannan inna alzhzhanna laa yughnii mina alhaqqi syay-an inna allaaha ‘aliimun bimaa yaf’aluuna

    36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran []. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

    [] Sesuatu yang diperoleh dengan prasangkaan sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan.. Maka yang muncul kemudian emosi, marah, mau menang sendiri, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s