SIKAP


Sikap merupakan kecenderungan atau kesiapan individu untuk merespon suatu objek/situasi yang sesuai dengan pandangan individu yang bersangkutan. Kecenderungan ini dapat dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku, baik dengan tindakan maupun ucapan.
Sikap bukan dibawa oleh seseorang sejak ia dilahirkan. Pembentukan sikap tidak terjadi dengan sendirinya melainkan diperoleh dari hasil belajar/ interaksi individu dan lingkungannya.
Sikap akan menunjukan arah sikap seseorang baik arah yang negatif maupun yang positif terhadap suatu objek. Misalnya seseorang yang mempunyai sikap mendukung terhadap sesuatu objek sikap berarti dia mempunyai yang berarah positif terhadap objek tersebut, dan sebaliknya apabila ia tidak mendukung, berarti arah sikapnya negatif.
Bagaimanakah proses pembentukan dan perubahan sikap itu?
Ada tiga proses sosial yang mempengarui perubahan sikap, yaitu kesedian (compliance) identifikasi  (identification) dan internalisasi (internalization).
Kesediaan/Penyesuaian diri
Tersedianya proses yang disebut dengan kesediaan adalah ketika individu bersedia menerima pengaruh dari orang lain atau dari kelompok orang lain dikarenakan ia berharap untuk memperoleh reaksi atau tanggapan positif dari pihak lain itu. Dapat saja kemudian menerima pengaruh orang lain itu merupakan hal yang tidak sebenarnya berasal dari hati kecil individu, akan tetapi merupakan cara untuk memperoleh reaksi positif atau untuk menghindari hal-hal negatif lainya. Tentu saja perubahan sikap yang ditujukan dengan alasan seperti itu tidak akan bertahan lama dan biasanya hanya ditujukan selama orang atau kelompok yang mempengarui diperkirakan akan mengetahui perubahan yang dikehendakinya.
Identifikasi
Proses identifikasi terjadi apabila individu-individu meniru perilaku atau sikap seseorang atau sikap kelompok lain dikarenakan sikap tersebut sesuai dengan apa yang dianggapnya sebagai hubungan yang menyenangkan antara dia dan pihak orang lain tersebut. Pada dasarnya, proses identifikasi merupakan sarana atau cara untuk memelihara hubungan yang diinginkan dengan orang lain dan cara untuk menopang pengertian sendiri mengenai hubungan tersebut.
Internalisasi
Internalisasi terjadi apabila individu menerima pengaruh dan bersedia bersikap menurut pengaruh itu dikarenakan sikap tersebut sesuai apa yang dipercayai dan sesuai dengan sistim nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, maka isi dan hakekat sikap yang diterima itu sendiri dianggap oleh individu sebagai memuaskan. Sikap yang dipertahankan oleh individu dan biasanya tidak mudah untuk berubah selama sistem nilai yang ada dalam diri individu yang bersangkutan masih tetap.
Dari uraian di atas memberikan gambaran bahwa perubahan sikap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara garis besar dapat dikelompokan ke dalam faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern mencakup hal-hal yang berasal  dari dalam diri individu baik yang asli maupun yang dipelajari. Faktor ekstern mencakup segala sesuatu diluar individu yang secara langsung mempengaruhi kehidupannya.

Sumber : Mar’at dalam buku “Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya

Pos ini dipublikasikan di KutipanKu dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s